Di era digital, teknologi-teknologi baru seperti Augmented Reality (AR) mulai memainkan peran penting di berbagai sektor. Bidang pendidikan adalah salah satu sektor yang paling mudah terpengaruh dan paling banyak mengalami perubahan. Karena siswa kini memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai informasi, metode pengajaran tradisional saja tidak cukup untuk menumbuhkan motivasi dan rasa ingin tahu mereka.
Berikut adalah beberapa manfaat yang kami yakini dapat diperoleh dari penerapan AR dalam bidang pendidikan dan pelatihan:
- Motivasi – Telah dibuktikan oleh sejumlah peneliti bahwa “siswa dan peserta pelatihan dapat memperkuat motivasi belajar mereka serta meningkatkan praktik pembelajaran berbasis realitas dengan memanfaatkan teknologi virtual reality dan Augmented Reality (AR)”. Menurut beberapa penulis lain, “AR memiliki potensi untuk membuat peserta didik lebih terlibat dan termotivasi dalam menemukan sumber daya serta menerapkannya ke dunia nyata dari berbagai sudut pandang yang belum pernah diterapkan di dunia nyata”.
- Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu dan Kerja Sama Tim – Teknologi baru memegang peranan penting di era digital dan menjadi minat yang sungguh-sungguh bagi sebagian besar siswa. Model pendidikan tradisional sudah ketinggalan zaman; kini, AR dan teknologi lainnya memungkinkan siswa untuk mengarahkan proses belajar mereka sendiri, sementara guru dapat meningkatkan motivasi siswa serta mendorong mereka untuk lebih bersemangat menjelajahi hal-hal baru dan berpikir kritis tentang dunia di sekitar mereka. Dengan teknologi AR, guru dan siswa dapat berkolaborasi melalui interaksi satu sama lain untuk membahas berbagai hal terkait bentuk atau susunan.
- Tingkat retensi yang lebih tinggi – AR memungkinkan siswa mengalami siklus pembelajaran yang berbeda, yang akan membuat mereka dapat mengingat pengetahuan lebih banyak dan lebih lama. Hanya dengan memindai menggunakan perangkat seluler, siswa dapat mengakses model augmented yang menggambarkan berbagai hal, mulai dari bagian anatomi manusia hingga molekul (biologi augmented) hingga monumen terkenal. Untuk melengkapi siklus tersebut, mereka dapat mengakses situs web langsung dari aplikasi Augment dan memperoleh informasi lebih lanjut dengan cara yang mudah dan visual.
- Pelatihan Keterampilan Praktis – Menurut beberapa penelitian, Augmented Reality (AR) terbukti menjadi teknologi yang efektif untuk pelatihan di bidang pemeliharaan dan perakitan, karena petunjuk atau informasi yang bergantung pada lokasi dapat langsung dihubungkan dan/atau ditampilkan pada objek fisik. Keuntungan lainnya adalah bahwa pelatihan berbasis AR dilakukan menggunakan perangkat fisik yang sebenarnya dalam skenario pelatihan. Dengan demikian, peserta pelatihan juga berlatih penggunaan alat secara nyata, sehingga keterampilan sensorimotor yang relevan pun terlatih.
Contoh lainnya adalah pengelasan dengan Augmented Reality, yaitu pelatihan pengelasan simulasi, yang bertujuan untuk membekali calon tukang las dengan keterampilan dan rasa percaya diri yang mereka butuhkan sebelum terjun ke bengkel sungguhan. Sistem pelatihan semacam ini terbukti efisien, berkelanjutan, aman, dan terjamin, serta memungkinkan pusat pelatihan dan industri menghemat biaya dan waktu dalam melatih tukang las profesional.
Gambar: