Langkah terbaru dalam pelatihan kejuruan dan pengelasan telah diperkenalkan kepada sekitar 20 instruktur pengelasan asal Malaysia di fasilitas IKM Lumut. Acara ini diselenggarakan untuk memperlihatkan kepada para guru potensi solusi berbasis AR tersebut serta cara menggunakannya guna meningkatkan proses pembelajaran para siswa.
Acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk ‘melatih para pengajar’, agar mereka dapat memanfaatkan simulasi pengelasan berbasis Augmented Reality (AR) secara optimal dalam kelas dan lokakarya mereka. Kemampuan untuk menekan biaya dan risiko sekaligus melatih para tukang las agar memiliki keterampilan yang lebih baik merupakan keunggulan yang paling dihargai oleh para instruktur. Solusi pelatihan pengelasan berbasis Augmented Reality ini dinilai sebagai alat yang memotivasi dan menarik bagi para peserta didik serta cara untuk meningkatkan efisiensi.
Namun, simulator itu sendiri hanyalah salah satu bagian dari Augmented Training untuk pelatihan pengelasan, sehingga para pengajar juga diperkenalkan dengan Perangkat Lunak Pengajar. Perangkat lunak ini memungkinkan mereka mengelola lebih banyak siswa dan program pelatihan dalam waktu yang lebih singkat, sehingga memudahkan mereka untuk mengembangkan keterampilan siswa serta mengevaluasi kemajuan mereka. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan Modul Analisis yang memastikan rekaman latihan siswa (video) selalu dapat diakses oleh pengajar, sehingga mereka dapat memberikan umpan balik dan pelatihan yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Pelatihan bagi para pelatih dalam penggunaan solusi teknologi pendidikan sangat penting untuk keberhasilan penerapan teknologi baru di bidang pendidikan.