Lomba keahlian telah lama memainkan peran penting dalam memotivasi siswa, mengukur keunggulan teknis, serta menjembatani pendidikan dengan standar industri. Di bidang pengelasan, di mana ketepatan, pengendalian, dan konsistensi menjadi penentu kesuksesan profesional, lingkungan kompetitif mendorong siswa untuk terus mengasah baik pengetahuan teknis maupun keterampilan praktis mereka.
Mulai dari lomba pengelasan konvensional hingga ajang internasional, kompetisi telah terbukti menjadi wadah yang efektif untuk mengidentifikasi bakat dan mempromosikan pendidikan kejuruan. Saat ini, realitas tertambah (augmented reality) semakin memperluas peluang tersebut dengan menghadirkan format-format baru yang memadukan realisme, objektivitas, dan analisis kinerja digital.
Pada tanggal 10 hingga 13 Februari, Seabery, bersama dengan Machinetool, menyelenggarakan Seabery di Finlandia, sebuah kompetisi pengelasan inovatif yang didukung oleh teknologi augmented reality.
Format Baru untuk Kompetisi Pengelasan
Seabery mempertemukan 17 siswa dari tiga lembaga pendidikan kejuruan di Finlandia:
Semua peserta berkompetisi menggunakan Seabery Simulator, sebuah sistem pelatihan realitas tertambah (augmented reality) mutakhir yang dirancang untuk meniru proses pengelasan yang sesungguhnya sekaligus memberikan analisis kinerja yang objektif.
Berbeda dengan kompetisi pengelasan tradisional yang hanya mengandalkan pemeriksaan visual dan pengujian destruktif, kompetisi realitas tertambah memungkinkan:
- Pemantauan parameter pengelasan secara real-time
- Penilaian objektif berdasarkan keterampilan manual
- Umpan balik instan dan laporan kinerja terperinci
- Kriteria evaluasi yang terstandarisasi
Lapisan digital ini memberikan transparansi dan ketepatan yang dapat diukur pada format kompetisi.
Kompetisi
Lomba tersebut terdiri dari dua latihan dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat, yang berfokus pada sambungan T dengan metode GMAW (Gas Metal Arc Welding).
Latihan 1
Latihan pertama ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan dasar pengelasan, seperti sudut pemegang obor, kecepatan gerak, dan pengendalian jarak. Dengan panduan bantuan yang diaktifkan dan parameter yang telah dikonfigurasi dengan benar, para siswa dapat lebih fokus pada penyempurnaan teknik manual dan konsistensi jalur las.
Latihan 2
Latihan kedua meningkatkan tingkat kesulitan secara signifikan. Para peserta tidak hanya diminta untuk melakukan pengelasan, tetapi juga mengatur sendiri parameter pengelasan dengan benar. Dengan bantuan digital yang minimal, tahap ini menguji pemahaman teknis yang lebih mendalam, kemampuan pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi di bawah tekanan kompetisi.
Karena latihan ini menyumbang 75% dari nilai akhir, hal itu menjadi faktor penentu dalam menentukan peringkat akhir.
Peringkat Akhir
Setelah empat hari bertanding, hasil akhirnya sangat ketat, yang menunjukkan tingkat persiapan yang tinggi di antara para peserta.
| Posisi | Nama | Skor | Lembaga |
| 🥇 Juara 1 | Ossi | 91 | Sekolah Kejuruan Kainuu |
| 🥈 Peringkat 2 | Kaapo | 90 | Sekolah Kejuruan Wilayah Tampere |
| 🥉 Peringkat 3 | Lenni | 89.25 | Sekolah Kejuruan Wilayah Tampere |
Selisih poin yang tipis antara tiga pesaing teratas menunjukkan ketepatan sistem penilaian serta kemampuan teknis yang mumpuni dari semua finalis.
Realitas Tertambah vs. Kompetisi Pengelasan Konvensional
Kompetisi internasional seperti WorldSkills telah lama menjadi tolok ukur keunggulan dalam pelatihan kejuruan. Dalam ajang-ajang tersebut, para tukang las beraksi sesuai standar teknis yang ketat dan batasan waktu, yang mencerminkan persyaratan industri yang sesungguhnya.
Lomba pengelasan dengan teknologi realitas tertambah melengkapi model ini dengan menawarkan beberapa keunggulan tambahan:
- Kesempatan berlatih tanpa batas tanpa menghabiskan bahan
- Lingkungan pelatihan yang aman tanpa asap atau risiko fisik
- Data kinerja objektif untuk setiap gerakan
- Latihan yang dapat diulang dan terstandarisasi
- Umpan balik langsung untuk meningkatkan keterampilan
Alih-alih menggantikan kompetisi tradisional, acara berbasis AR berfungsi sebagai tahap persiapan yang efektif. Para siswa dapat berlatih berulang kali, menganalisis kesalahan mereka, dan secara bertahap meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi ujian pengelasan di dunia nyata.
Seiring dengan terus berlanjutnya transformasi pelatihan industri melalui digitalisasi, kompetisi realitas tertambah semakin relevan. Kompetisi ini selaras dengan pendekatan pendidikan modern yang menekankan penilaian berbasis data, keberlanjutan, dan solusi pelatihan yang dapat disesuaikan.
Mengapa Kompetisi Realitas Tertambah Penting
Semakin pentingnya kompetisi pengelasan dengan AR mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam pendidikan teknik:
- Evaluasi berbasis data: Kinerja diukur secara objektif melalui metrik sudut, kecepatan, jarak, dan konsistensi.
- Keberlanjutan: Tidak ada limbah bahan, pengurangan konsumsi energi, dan nol emisi selama pelatihan.
- Aksesibilitas: Lembaga-lembaga dapat menyelenggarakan kompetisi tanpa harus menghadapi kerumitan logistik yang biasanya terkait dengan bilik pengelasan konvensional.
- Transparansi keterampilan: Instruktur dapat mengidentifikasi area-area tertentu yang perlu ditingkatkan berdasarkan analisis data.
Bagi para mahasiswa, format ini memberikan motivasi dan kemajuan yang dapat diukur. Bagi lembaga pendidikan, format ini menyediakan alat perbandingan yang selaras dengan standar internasional.
Simulator Seabery : Mendukung Kompetisi
Fitur-fitur utama yang mendukung kompetisi tersebut antara lain:
Fitur-fitur utama yang mendukung kompetisi tersebut antara lain:
- Obor las asli dengan bobot dan kontrol yang autentik
- Visualisasi augmented reality hiperrealistis dari jejak las
- Analisis keterampilan secara manual (sudut, kecepatan, jarak, lintasan)
- Parameter pengelasan yang dapat disesuaikan
- Modul gamifikasi dan peringkat
- Laporan penilaian terperinci
Perpaduan antara realisme dan analisis ini memastikan bahwa kompetisi tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai pendidikan yang berarti.
Bagi lembaga pendidikan yang ingin mempersiapkan siswanya untuk mengikuti kompetisi tingkat tinggi seperti WorldSkills, realitas tertambah menawarkan jalur terstruktur menuju keunggulan.
Masa Depan Kompetisi Pengelasan
Seabery menunjukkan bagaimana pelatihan kejuruan terus berkembang. Dengan mengintegrasikan realitas tertambah ke dalam format kompetisi, penyedia pendidikan dapat:
- Meningkatkan keterlibatan siswa
- Meningkatkan standar teknis
- Mendorong praktik-praktik berkelanjutan
- Menjembatani kesenjangan antara pelatihan di kelas dan kinerja di lapangan
Seiring dengan terus meningkatnya permintaan akan tukang las yang sangat terampil di berbagai sektor seperti otomotif, dirgantara, pembuatan kapal, dan energi, metode pelatihan yang inovatif akan memainkan peran yang sangat penting.
Kompetisi pengelasan berbasis realitas tertambah bukan sekadar tren teknologi; kompetisi ini menandai pergeseran strategis menuju pengembangan keterampilan yang terukur, dapat diperluas, dan siap menghadapi masa depan.
Langkah Maju di Bidang Keunggulan Pengelasan
Seabery berhasil menunjukkan bagaimana realitas tertambah dapat mengubah wajah kompetisi pengelasan. Dengan memadukan simulasi yang realistis, penilaian yang objektif, dan semangat kompetitif, acara ini menyoroti potensi besar dari lingkungan pelatihan digital.
Seiring dengan semakin dikenalnya kompetisi berbasis AR di seluruh dunia, kompetisi ini kini memposisikan diri sebagai pelengkap yang efektif bagi lomba pengelasan tradisional, sekaligus mempersiapkan generasi penerus tukang las untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Masa depan pengembangan keterampilan pengelasan tidak hanya soal percikan api dan baja, tetapi juga soal data, ketepatan, dan inovasi.