Sejarah pengelasan sangat erat kaitannya dengan evolusi manusia dan berbagai tonggak penting dalam peradaban manusia. Sejak zaman kuno, manusia telah mencari cara untuk menyatukan bahan-bahan guna menciptakan perkakas, senjata, dan struktur, serta pada akhirnya memperbaiki perkakas dan benda-benda di sekitarnya dengan memanfaatkan teknologi terkini. Dalam artikel ini, kita akan meninjau seluruh sejarah pengelasan, mulai dari awal mula yang primitif hingga teknik pengelasan modern, menyoroti kemajuan-kemajuan kunci yang telah membentuk disiplin ini seiring waktu, dan diakhiri dengan teknologi-teknologi terbaru yang diterapkan dalam pendidikan kerja.
Pengelasan pada zaman prasejarah: Penempaan dan Pemukulan
Pengelasan telah ada sejak awal peradaban. Pada Zaman Perunggu, para pengrajin menggunakan metode-metode primitif, seperti memanaskan logam dan menggunakan palu, untuk menyambungkan bagian-bagian logam. Meskipun pengelasan sebagai suatu disiplin ilmu belum terbentuk saat itu, teknik-teknik awal ini menjadi landasan bagi perkembangan penyambungan logam di masa depan.
Salah satu bentuk pengelasan paling awal dalam sejarah adalah penempaan dan pemukulan, lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Pandai besi memanaskan logam hingga menjadi lentur, lalu menyatukannya denganmemalu berulang kali. Ini adalah teknik dalam keadaan padat, artinya logam disatukan dalam keadaan ini melalui pemaluan, dan bukan dalam keadaan cair (keadaan cair), seperti yang akan kita lihat nanti.
Teknik sederhana ini memungkinkan pembuatan alat dan senjata yang lebih tahan lama. Proses penempaan dan pemukulan digunakan dalam pembuatan pedang, tombak, dan benda-benda lain yang sangat penting bagi perkembangan peradaban kuno.
Pengelasan tempa pada zaman dahulu
Tentara Romawi juga memanfaatkan teknik pengelasan untuk memperbaiki baju zirah dan senjata mereka. Penerapan teknik ini sangat penting bagi pemeliharaan kesatuan kekaisaran yang luas serta pertumbuhan ekonomi dan sosialnya.
Sejarah pengelasan pada Abad Pertengahan
Pada Abad Pertengahan, pandai besi dan pengrajin menyempurnakan teknik pengelasan dengan obor dan tungku tempa. Penggunaan obor yang disuplai udara melalui bellow memungkinkan pengendalian suhu yang lebih baik, sehingga menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan presisi. Keterampilan ini banyak digunakan dalam pembuatan baju zirah serta benda-benda hias yang sangat umum pada masa itu.
Salah satu penerapan pengelasan yang paling menonjol pada Abad Pertengahan adalah dalam pembangunan katedral dan monumen-monumen Kristen. Para pandai besi mulai menggunakan teknik pengelasan canggih untuk merakit struktur besi yang rumit yang menopang jendela kaca patri dan kubah bangunan-bangunan megah tersebut, meskipun perubahan besar baru akan terjadi seiring dengan revolusi industri. Pada tahap ini, pengelasan merupakan unsur dasar dalam pembuatan banyak monumen dan simbol kemegahan Abad Pertengahan.
Revolusi Industri dan Pengelasan Busur
Revolusi Industri merupakan titik balik dalam sejarah pengelasan dan membawa serta perkembangan metode dan teknik baru.
Salah satu perkembangan terpenting adalah penggunaan busur listrik. Busur listrik dikembangkan pada tahun 1802 oleh Sir Humphrey Davy, dan pertama kali digunakan untuk pengelasan pada tahun 1881 oleh C.L. Coffin. Pengelasan busur listrik jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan metode pengelasan sebelumnya, dan dengan cepat menjadi proses pengelasan yang paling banyak digunakan.
Perkembangan penting lainnya dalam bidang pengelasan selama Revolusi Industri adalah penggunaan oksigen dan asetilen. Oksigen dan asetilen ditemukan masing-masing pada tahun 1802 dan 1836, dan pertama kali digabungkan untuk pengelasan pada tahun 1892 oleh Norman Lockyer. Pengelasan dengan oksigen dan asetilen menghasilkan suhu yang jauh lebih tinggi daripada metode pengelasan sebelumnya, dan digunakan untuk mengelas logam yang lebih tebal.
Proses pengelasan yang dikembangkan selama Revolusi Industri turut membentuk cara kita memproduksi barang dan membangun struktur. Pengelasan memungkinkan pembangunan struktur yang lebih besar dan lebih kompleks, serta membantu menekan biaya produksi. Pengelasan juga memungkinkan produksi barang yang lebih ringan dan lebih kuat, serta memiliki masa pakai yang lebih lama.
Sejarah pengelasan pada abad ke-20
Pada abad ke-20, terjadi perkembangan proses pengelasan baru, seperti pengelasan MIG ( metal inert gas) dan pengelasan TIG ( tungsten inert gas) . Proses-proses ini menggunakan gas inert untuk melindungi logam dari oksigen, sehingga menghasilkan sambungan las berkualitas tinggi serta mengurangi asap dan emisi gas beracun.
Pengelasan MIG menjadi populer pada tahun 1940-an dan menjadi teknik yang umum digunakan di industri konstruksi serta manufaktur otomotif. Teknik ini menggunakan kawat elektroda kontinu yang disuplai secara otomatis melalui pistol las. Di sisi lain , pengelasan TIG dikenal karena presisinya yang tinggi dan digunakan untuk mengelas logam non-besi serta paduan logam yang halus.
Salah satu contoh penggunaannya yang luas adalah dalam pembangunan struktur besar, seperti jembatan dan gedung. Pada tahun 1937, Jembatan Golden Gate di San Francisco dibangun dengan menggunakan pengelasan busur listrik.
Penggunaan pengelasan di industri dirgantara juga memiliki dampak besar terhadap sejarah. Pengelasan titik dan pengelasan laser menjadi teknik yang sangat penting dalam pembuatan pesawat terbang dan pesawat luar angkasa. Teknik-teknik ini memungkinkan penyambungan komponen dengan presisi yang lebih tinggi dan bobot yang lebih ringan, sehingga menghasilkan pesawat terbang yang lebih ringan dan lebih efisien
Era baru pengelasan: Soldamatic
Saat ini, pengelasan telah memasuki era digital dan otomatisasi. Robot pengelasan kini banyak digunakan di industri, yang telah meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam proses penyambungan logam. Lengan robot yang diprogram untuk melakukan pengelasan secara akurat dan cepat telah merevolusi proses manufaktur di berbagai industri, termasuk otomotif dan elektronik.
Teknologi baru kini telah merambah ke bidang pendidikan. Kini, mempelajari proses pengelasan menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan hemat biaya berkat simulator pengelasan seperti Soldamatic.
Soldamatic adalah simulator pengelasan pertama yang didasarkan pada augmented reality dan dikembangkan oleh Seabery. Simulator ini berada di garis depan, menjadi pelopor di pasar, dan telah hadir di lebih dari 80 negara. Simulator ini telah menjadi alat yang sangat penting di pusat-pusat pelatihan di seluruh dunia, baik untuk pengelasan manual maupun pengelasan robotik.
Kesimpulan
Sejarah pengelasan merupakan bukti kecerdikan manusia dan perkembangan berbagai peradaban. Mulai dari awal yang sederhana pada zaman kuno hingga teknik pengelasan mutakhir di era modern, disiplin ilmu ini telah memainkan peran penting dalam membangun dunia seperti yang kita kenal sekarang.
Kami telah menelusuri perkembangan mulai dari metode tempa dan pemukulan yang primitif hingga penemuan busur listrik pada masa Revolusi Industri. Kita dapat melihat bagaimana pengelasan telah berkembang hingga mencakup berbagai macam aplikasi dan pasar, termasuk industri otomotif, pelayaran, perkeretaapian, minyak dan gas, serta dirgantara.
Teknik pengelasan telah berkembang seiring dengan era digital, menghadirkan metode yang lebih cepat, aman, dan akurat, termasuk dalam hal pelatihan di bidang ini, berkat Soldamatic. Siapa sangka bahwa pengelasan kini dapat dilakukan dengan memanfaatkan realitas tertambah? Masa depan pengelasan memang sulit diprediksi.