4 Tips UX untuk Pengembang Augmented Reality

  1. Tentukan fungsi dari solusi AR Anda. Untuk apa solusi ini dikembangkan?

Seiring dengan pesatnya perkembangan Augmented Reality (AR), banyak aplikasi AR telah dikembangkan dan diluncurkan ke pasar. Masalah utama sebagian besar aplikasi tersebut terletak pada fungsionalitasnya; mereka tidak benar-benar memiliki tujuan utama yang memanfaatkan keunggulan AR secara optimal, melainkan sekadar aplikasi yang menyertakan fitur AR. Nilai sesungguhnya dari Augmented Reality bukan hanya terletak pada teknologinya, melainkan pada pengalaman interaktif yang imersif yang ditawarkannya kepada pengguna.

Saat mengembangkan AR, Anda sebaiknya mengidentifikasi masalah atau situasi yang dapat diatasi dengan menggunakan AR. Misalnya, dalam pengembangan pelatihan keterampilan di bidang-bidang seperti layanan kesehatan atau industri, AR memberikan kesempatan kepada peserta didik baru untuk belajar tanpa harus mengambil risiko, sambil tetap terhubung dengan dunia nyata.

Meskipun hal yang menyenangkan dan menarik secara visual memang membantu, hal itu tidak selalu cukup untuk meraih kesuksesan.

  1. Jadikan pengguna sebagai pusat dari solusi Anda

Fitur dan detail AR terus berkembang dan meningkat, dan terkadang para pengembang terlalu fokus pada aspek teknis hingga melupakan pengalaman pengguna (UX). Pertimbangkan profil pengguna dan jangan lupa untuk memberikan interaksi yang nyata antara dunia nyata dan dunia virtual kepada mereka.

  1. Tetapkan harapan yang realistis

Saat mengembangkan solusi baru, Anda tentu ingin solusi tersebut sempurna dan memuaskan semua pengguna, tetapi tingkat kesempurnaan seperti itu hampir tidak pernah tercapai. Tujuan Anda saat mengembangkan solusi (bukan hanya solusi AR) haruslah menantang namun juga realistis. Tidak ada alat ajaib yang dapat memuaskan semua orang.

Jika Anda sedang mengembangkan solusi AR yang berfokus pada pendidikan, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kecepatan dan metode belajar yang berbeda-beda, jadi pastikan untuk memanfaatkan hal tersebut demi keuntungan Anda. Salah satu keunggulan AR di bidang teknologi pendidikan adalah kemampuannya untuk meningkatkan pembelajaran yang dipersonalisasi, sehingga setiap siswa mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

  1. Sederhanakan konten Anda

Salah satu keunggulan utama AR adalah sifatnya yang sangat visual; teknologi ini dapat membantu menyederhanakan konsep-konsep yang paling abstrak, jadi jangan lupa untuk membuat konten Anda tetap sederhana dan visual. Tujuannya adalah memberikan pengalaman visual kepada pengguna tanpa membuat mereka berpikir terlalu keras.

Sebagai salah satu pengembang AR terkemuka, Seabery teknologi Augmented Reality dalam pelatihan pengelasan; Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana AR meningkatkan kualitas pelatihan keterampilan di sini.

Sumber:

https://catchoom.com/blog/8-tips-for-successful-augmented-reality-marketing-campaigns/

http://branchcreativenetwork.com/2014663-tips-for-augmented-reality/

Apakah Anda ingin memesan demo online gratis?

Solusi Augmented Reality dari Seabery yang menghubungkan pelatihan pengelasan dengan otomatisasi robotik. Isi formulir ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan mengetahui bagaimana solusi ini dapat disesuaikan dengan program pendidikan atau teknis Anda.

Minta demo produk

Gulir ke Atas