Singapura telah menyelenggarakan acara pendidikan pertama mengenai tren dan teknologi pelatihan pengelasan, di mana perkembangan terbaru seperti simulator pengelasan berbasis Augmented Reality (AR) diperkenalkan kepada lebih dari 150 peserta, mulai dari pengelola sekolah pelatihan pengelasan hingga perusahaan-perusahaan terkemuka di sektor industri.
Seminar tersebut diselenggarakan oleh Uniweld dan didukung oleh pemerintah Singapura serta e2i (Employment and Employability Institute), serta dihadiri oleh Bapak Koh Poh Koon dari Kementerian Pembangunan Nasional, Perdagangan, dan Industri Singapura, yang berkesempatan untuk melihat secara langsung masa depan pelatihan pengelasan. Kementerian tersebut tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba Soldamatic, simulator pengelasan pertama yang dilengkapi dengan Augmented Reality.
Setelah seminar tersebut, Bapak Koh Poh Koon menyatakan bahwa teknologi baru, khususnya simulasi Augmented Reality, “akan memajukan industri secara keseluruhan dan hal itu akan membantu mengatasi tiga tantangan utama—mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pelatihan serta memastikan pelatihan disajikan dalam porsi yang ringkas; meningkatkan efektivitas dan efikasi pelatihan; serta memastikan keselamatan para pekerja dan kualitas produk akhir.”
Pemerintah Singapura atas komitmennya untuk menghadirkan Augmented Reality dan solusi teknologi pendidikan terbaru ke negaranya guna meningkatkan pelatihan pengelasan di Singapura, sebagaimana yang telah dilakukan oleh negara-negara lain seperti Jerman atau Tiongkok.