Asap berbahaya, kebakaran, atau ledakan—pengelasan membahayakan kesehatan dan keselamatan semua orang. Kita dapat mencegah kecelakaan dan cedera di bengkel jika kita mengikuti praktik keselamatan pengelasan yang terbaik dan menggunakan peralatan keselamatan yang sesuai.
Berikut ini 10 tips untuk meningkatkan keselamatan saat mengelas:
1.- Identifikasi bahaya dan batasan dalam proses pengelasan Anda
Tergantung pada jenis pengelasan yang akan kita lakukan, kita perlu memeriksa berbagai hal sesuai dengan bahaya yang ada; namun secara umum, ventilasi lokal, penggunaan peralatan yang tepat dalam kondisi terbaik, serta penggunaan bahan yang kurang berbahaya merupakan tiga saran terbaik untuk memulai proses pengelasan. Pada akhirnya, kita perlu memantau kualitas udara di area kerja secara terus-menerus dan memastikan bahwa kita tidak melampaui batas yang dianjurkan.
2.- Bacalah buku panduan pengguna dan mintalah pelatihan
Rekomendasi dari produsen selalu merupakan pedoman keselamatan terbaik, jadi sebaiknya kita membaca buku panduan pengoperasian mesin las agar dapat mengoperasikan mesin dengan aman dan juga memaksimalkan kinerjanya.
Selain itu, semua tukang las harus dilatih mengenai penggunaan peralatan yang aman, praktik kerja, dan prosedur darurat.
3.- Gunakan alat pelindung
Para tukang las yang berhati-hati melindungi diri mereka dari segala dampak berbahaya yang mungkin timbul akibat pengelasan busur, dengan selalu mengenakan perlengkapan yang tepat—pakaian pelindung diri yang tahan api, seperti celana denim dan jaket las—serta helm, kacamata pelindung, dan alat pelindung mata lainnya yang dilengkapi lensa atau pelat filter khusus.
Jangan lupa soal sepatunya! Sepatu kulit bertumit tinggi atau sepatu bot memberikan perlindungan terbaik bagi kaki; jangan gunakan sepatu tenis atau sepatu kasual.
4.- Pernapasan yang sehat
Asap dan uap yang dihasilkan selama proses pengelasan merupakan salah satu ancaman kesehatan utama. Gunakan penutup ventilasi untuk menghilangkan asap dari area tersebut dan pastikan tersedia cukup udara bersih untuk bernapas. Beberapa bahan secara khusus memerlukan penggunaan alat pelindung pernapasan saat pengelasan.
5. Jangan perhatikan cahayanya.
Mata merupakan bagian tubuh yang paling rentan terhadap risiko saat melakukan pengelasan, dan ‘arc flash’ merupakan salah satu cedera yang paling sering terjadi. Cukup dengan terpapar sinar busur las selama sekejap saja, mata yang tidak terlindungi dapat mengalami kondisi yang menyakitkan ini.
Inilah salah satu alasan mengapa memilih helm yang tepat sangatlah penting.
6. Perawatan medis
Tergantung pada jenis pengelasan yang dilakukan, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memeriksa kondisi paru-paru, kulit, mata, jantung, dan pendengaran.
Infografis ini menyajikan ringkasan mengenai cedera utama yang sering terjadi saat pengelasan serta cara mencegahnya:
7. Hindari cedera akibat gerakan berulang
Cedera akibat gerakan berulang (RSI) merupakan ancaman bagi keselamatan pekerja di hampir semua jenis pekerjaan. Di industri yang berpotensi berbahaya seperti pengelasan, risiko ini bahkan lebih besar. Tips umum untuk mencegah RSI antara lain menjaga postur tubuh yang baik saat bekerja dan beristirahat secara teratur saat melakukan tugas yang berulang dalam waktu lama. Istirahat ini menjadi lebih penting lagi dalam pekerjaan pengelasan, karena tukang las harus berada dalam kondisi prima saat melakukan pengelasan.
8. Waspadalah terhadap sengatan listrik
Meskipun sengatan listrik ringan sering terjadi saat pengelasan, hal itu tidak boleh menjadi sesuatu yang sering terjadi. Kunci untuk menghindari sengatan listrik adalah memastikan peralatan dalam kondisi baik dan kering. Penggunaan alat pelindung diri berkualitas tinggi sangat penting untuk menghindari segala bentuk sengatan listrik, terutama saat Anda melakukan pengelasan di tempat yang lembap.
9. Hindari ruang kerja yang berantakan
Dalam industri pengelasan, ketertiban di tempat kerja menjadi semakin penting untuk menghindari potensi kesalahan dan bahaya seperti luka bakar atau sengatan listrik. Namun, bahaya-bahaya tersebut bukanlah satu-satunya konsekuensi yang mungkin terjadi; bayangkan saja masalah yang bisa timbul jika Anda menggunakan elektroda yang salah saat mengelas atau jika pengaturan peralatan Anda tidak sesuai dengan WPS yang seharusnya Anda ikuti
10. Gunakan sepatu atau bot yang tidak menghantarkan listrik
Sepatu biasa tidak dirancang untuk menahan percikan api yang sangat panas atau terak, dan bahkan dapat menjadi potensi bahaya bagi Anda dan rekan kerja Anda. Saat berada di bengkel las, pastikan Anda mengenakan sepatu bot non-konduktif yang dirancang khusus untuk kegiatan pengelasan. Ini adalah cara terbaik untuk menghindari potensi masalah seperti sengatan listrik atau luka bakar.
Pengelasan adalah kegiatan yang berisiko, dan bisa jadi lebih berbahaya lagi pada tahap pelatihan. Untungnya, para pengembang teknologi telah menciptakan berbagai solusi edtech untuk membantu dalam pelatihan berbagai keterampilan, seperti pengelasan, agar prosesnya menjadi lebih aman dan bahkan lebih berkelanjutan.